Just A Life Journey of A Girl

Just A Life Journey of A Girl

A Life Learner

Semoga,,kehadiranku disini,,dapat sedikit menjadi pewarna dalam hidupmu,,walau hanya setitik...

Senin, 19 September 2011

Kultwit #DoaMalam Salim a fillah

Rabbi, ampuni aku sebab hari ini ada dosa lama nan terulang padahal telah kusesali, & ada dosa baru kuperbuat padahal ia kutakuti. #DoaMalam
Rabbi, ampuni aku sebab semua amal baik hari ini kuniatkan untukMu semata, tapi ternyata tetap ada yang menyelinap dalam dada. #DoaMalam
Rabbi, sempit dadaku sebab suaraku tak didengar, kemampuan tak dilihat, amal tak dihargai. Tapi yakinkan aku bahwa Kau bersamaku. #DoaMalam
Rabbi, punya sikap sesuai keyakinan kadang menyakitkan. Sebab ada saja yang jadi bersikap benci. Tak apa, asal ridhaMu sertaiku. #DoaMalam
Rabbi, cahayailah segala yang haq itu hingga benderang kebenarannya. Kuatkan jiwaku untuk mengikutinya, memperjuangkannnya. #DoaMalam
Rabbi, singkapkanlah yang jahat & nista hingga nampak jelas kebatilannya. Kuatkan nyaliku untuk berkata "tidak" & menjauhinya. #DoaMalam
Rabbi, indahkan di mataku segala kebajikan agar kusemangat melakuinya & bersenyum menghargai para baik hati, sekecil apapun ianya. #DoaMalam

Bahagianya Merayakan Cinta @salimafillah

  • Barakah itu membawakan senyum meski air mata menitik-nitik. Barakah itu menyergapkan rindu di tengah kejengkelan.. #BMC
  • Barakah itu menyediakan rengkuhan dan belai lembut saat dada kita sesak oleh masalah.. #BMC
  • Barakah itu mengubah tudingan "Ini salahmu!", menjadi bisik lembut kala terpeluk, "Maafkan aku ya Cinta.." #BMC
  • Barakah itu mengganti diksi, dari "Kok bisa-bisanya sih kamu?!" menuju, "Aku mengerti Sayang, sabar ya.." #BMC
  • Barakah itu melafazhkan "Kamu ke mana aja sih?!" agar terdengar sebagai "Aku di sini, menantimu dalam rindu yang menyesak!" #BMC
  • Barakah itu membahasakan "Aku tuh pengennya kamu ...!" agar berbunyi "Cinta, makasih ya, kau membuatku ..." #BMC
  • Kapanpun, barakah membawakan kebahagiaan; sebuah letup gembira di hati, rasa lapang di dada, jernih dalam akal, nikmat dalam jasad. #BMC
  • Barakah itu membawakan keceriaan musim semi, apapun jua masalah yang sedang menyengat, membadai, menggigilkan rumahtangga kita. #BMC

FIQIH JUMAT @Salimafillah

  • Bicara, mengingatkan kawan agar diam, memainkan kerikil (kalau sekarang mungkin BB, i-Phone, dll) saat Khutbah bisa "laghaa". #FiqhJumat
  • Dibolehkan; Khathib mengajak bicara salah 1 hadirin . Tidak sebaliknya. #FiqhJumat
  • Disarankan; berjalan berpindah tempat duduk untuk mengurangi rasa kantuk. #FiqhJumat
  • Di antara tanda pemahaman mendalam seorang Khathib adalah memperpendek khuthbahnya, memanjangkan shalatnya. #FiqhJumat
  • Khuthbah itu tetap harus mengandung; pujian pada Allah, shalawat atas Nabi, ayat Al Quran, wasiat taqwa, & doa untuk muslimin. #FiqhJumat
  • Khuthbah Jumat BUKANLAH ta'lim & tabligh. Khuthbah seharusnya difokuskan pada wasiat taqwa, bukan kajian tematik. #FiqhJumat
  • Nabi mencontohkan; berkhuthbah itu seperti Panglima Perang mengomando pasukan; tidak lembek & lemah, tidak membuat mengantuk. #FiqhJumat
  • Demikian ringkas kecil #FiqhJumat Shalih(in+at), selamat duduk, mengambil kembali tenaga jiwa & kekuatan ruhiyah untuk sepekan nan sibuk;)
  • Atas wasiat taqwa dalam khutbah tadi; yang hadir sampaikan pada yang tak hadir; suami ke isteri, ayah ke anak, sehat pada sakit. #FiqhJumat

Kultwit kaya dan miskin @salimafillah

1. Bersemangat tuk jadi kaya, kuat, & bermanfaat bagi seluas-luas sesama adalah mulia. Tapi haruskah kita mencela kemiskinan & keadaan papa?
2. Andai pada kemiskinan sama sekali tiada kebaikan; akankah Nabi bersabda, "Aku diperlihatkan surga; kebanyakan penduduknya miskin adanya"?
3. Nabi juga pernah menyebut betapa seorang miskin, kusut, compang-camping & tak laku; lebih baik dari sepenuh bumi si tampan berkekayaan.
4. Adalah 'Abdurrahman ibn 'Auf; si kaya yang penampilannya tak beda dengan budaknya, suatu hari menangis ketika dihidangkan roti lembut.
5. Tersedu dia berkata, "Mush'ab ibn 'Umair lebih bail dari kami. Dia tak pernah menikmati makanan seperti ini. Kala syahid di Uhud, ..."
6. ...tiada kafan baginya selain selimut usang; kalau ditutupkan ke kepala terbuka kakinya, jika diselubungkan ke kaki tersingkap kepala.."
7. Tangisan 'Abdurrahman adalah sebab terkenang ungkapan Nabi saat melihat Mush'ab di Madinah; si tampan yang sejak hijrahnya menjadi papa..
8. ..kulitnya kering, mengelupas bagai ular berganti sisik, baju bertambal, tubuhnya kurus kurang gizi. Nabi menitikkan airmata & bersabda..
9. "Bagaimana kalian, jika dunia dibukakan, lalu masing-masing kalian berlimpah kekayaan & kemuliaan?", beliau pandangi sahabat-sahabatnya..
10. Mereka yang saat itu nyaris semua faqir adanya menjawab; "Jika demikian keadaan kami pastilah baik ya RasulaLlah!". Nabi menggeleng..
11. ..dengan pelupuk tergenang, "Tidak! Demi Allah! Demia Allah, kalian hari ini lebih baik daripada kalian pada hari itu!"
12. Maka tangis 'Abdurrahman adalah tangis iri; kepada mereka yang dikaruniai kematian di zaman ketika kesempitan menjadi urat persaudaraan.
13. Seperti tangis 'Umar ketika perbendaharaan Persia yang berlimpah bertimbun di Madinah. "Mengapa kau menangis hai Amirul Mukminin...
14. ..padahal Islam dijayakan lewat kepemimpinanmu, & kaum muslimin dimakmurkan melalui dirimu?" 'Umar makin tersedu. "Jika ini kebaikan..
15. ..kata 'Umar sambil menunjuk timbunan harta itu; "Mengapa tidak terjadi di zaman RasuluLlah & Abu Bakr? Celaka! Mengapa di zamanku?"
16. Hari-hari ini kita mendengar bahwa menjadu kaya itu mulia; sekaligus bahwa miskin itu tercela. Tapi jika faktanya Nabi & sahabat utama..
17. ..lebih khawatir kan kekayaan daripada kemiskinan; menyebut lebih baiknya keadaan miskin daripada kaya; sudikah kita tuk memeriksa lagi?
18. Bahwa kaya & miskin, lapang & sempit, bahagia & duka; bukanlah ukuran mulia & tercelanya manusia. Kemuliaan ada pada sikap menjalaninya.
19. Bahwa Quran memuji Sulaiman yang berlimpah harta & sekaligus mengutuk Qarun si kaya. Lalu ia muliakan Ayyub yang sakit, berduka, & papa.
20. Allah mencela orang yang kala diberi kurnia mengatakan "Tuhanku memuliakanku" & saat disempitkan rizqi mengeluh "Tuhanku menghinakanku."
21. QS Al Fajr ayat 15-16 ini mencela rusaknya pola fikir ketika kebanyakan insan -yang beragama- menjadikan kekayaan sebagai ukuran mulia.
22. Dan Nabipun berdoa, "Wa laa taj'alid dunya akbara hammina, wa la mablagha 'ilmina.. Jangan jadikan dunia cita terbesar & tujuan ilmuku."
23. Saya bersaksi, benarlah Nabi tercinta; "Ni'mal malish shalih, li rajulish shalih! Sebaik-baik harta yang baik, di tangan lelaki baik."
24. Maka kekayaan itu kebaikan yang pujian padanya bersyarat; jika penggenggamnya mulia & bahkan memandang sebagai beban sebelum ditunaikan.
25. Tetapi memang demikianlah segala 'alat beramal kita di dunia; kekayaan, ilmu, kekuasaan, cinta; semua kemuliaannya tersandar pada nilai.
26. Pun demikian kemiskinan; ia menjadi tak layak dicela sebab Allah Maha Kuasa menjadikannya jalan kemuliaan bagi begitu banyak hamba.
27. Tentu intinya bukan soal miskin; melainkan sikap SABAR yang ada di dalamnya. Sebagaimana bukan kaya-nya; melainkan ungkapan syukurnya.28. Salim sangat bersyukur dengan kehadiran para Gurunda yang membangkitkan semangat kita tuk jadi kaya; al. Gurunda @ipphoright & lainnya.
29. Sungguh tuk kebangkitannya, ummat hari ini memerlukan pilar-pilar kebaikan yang ditopang oleh berlimpahnya harta nan tak merasuki hati.
30. Ummat ini memerlukan sosok-sosok laiknya Abu Bakr, 'Utsman, 'Abdurrahman ibn 'Auf. Tapi tak kurang-kurangnya, Akhfiya'ul Atqiya'..
31. ..Mereka yang bertaqwa & tersembunyi, mereka yang miskin harta tapi doanya mengguncang 'Arsyi; hajat ummat atas mereka besar sekali.
32. Mu'adz ibn Jabal menangis di hadapan 'Umar menjelang ajal; sebab dia, karena ilmu & kedermawanannya telah terkecualikan dari Akhfiya'..
33. Kita hari-hari ini lalu merenungkan sabda Nabi; "Bukan syirik yang aku khawatirkan pada kalian sepeninggalku, melainkan jika dunia...
34. ..dibentangkan pada kalian, lalu kalian saling berlomba memperolehnya hingga sebagian memukul sebagian yang lain!" (Muttafaq 'Alaih)
35. Maka demikianlah dunia dikhawatirkan Sang Nabi pada para sahabat yang beriman. Lalu bagaimana kita yang tertatih mengeja makna berislam?
36. Lalu izinkan Salim membawakan makna kekhawatiran itu; di tengah gegap gempita semangat kita tuk jadi kaya. Moga ia jadi rem nan berguna.
37. Moga Allah teguhkan kita beriman & beramal di segala keadaan; berbagi tanpa menanti penuhnya pundi; sedekah tak menunggu kaya berlimpah.
38. Bersabar tanpa harus terkena musibah; bersyukur sebab nikmatNya tak henti mengucur. Dua kendaraan yang sama-sama mengantar ke surga.
39. Mendidik diri tuk memiliki sikap utama (sabar & syukur) yang mengabadi, tetap lebih harus didahulukan daripada menjadi kaya yang fana.
40. Sebab bakda upaya yang semestinya; atau pilihan jua; menjadi miskin tak menghalangi Salman, Abu Hurairah, Bilal, & Ibn Mas'ud tuk mulia.
41. Demikian Shalih(in+at), maafkan Salim yang faqir ilmu & terlalu berani bicara tentang harta yang Salim-pun bukan ahlinya. Mohon maafkan.
42. Doakan istiqamah menasehati diri; Jalan Kaki Tidak Keki, Naik Mercy Tidak Grogi, Naik Angkot Tidak Sewot, Naik Garuda Tidak Jumawa.. :)

ILMU atau Harta @salimafillah

Islamedia - 1. Shalih(in+at), mari mengawali Senin pagi yang diberkahi dengan semangat untuk mengalihbentuk sebagian kekayaan, dari #harta menuju #Ilmu.

2. Sebab keutamaan #Ilmu di atas #harta, telah disebutkan 'Ali ibn Abi Thalib dengan begitu indahnya. Mari kita sebut & tambahkan beberapa.

3. #Ilmu afdhal daripada #harta, sebab ia warisan Rasul & Anbiya', sementara emas-perak-permata, dilungsurkan Fir'aun, Qarun, & raja-raja.

4. #Ilmu lebih utama dibanding #harta, sebab ilmu menjaga pemiliknya, sementara pemilik harta bersusah payah menjaga kekayaannya.

5. #Ilmu lebih hebat daripada #harta. Jika ilmu menguasai harta, jadi mulialah keduanya. Jika harta menguasai ilmu, kan terhinalah keduanya.

6. #Ilmu lebih agung dibanding #harta, sebab kekayaan akan berkurang jika dibelanjakan, sementara pengetahuan bertambah jika dibagi-bagi.

7. #Ilmu lebih setia daripada #harta. Ilmu menyertai pemiliknya menuju kematian & kebangkitan. Tapi harta tak mau serta & tetap di dunia.

8. Pemilik #Ilmu terhormat & dibutuhkan semua insan; dari jelata hingga para raja. #Harta hanya berguna, di hadapan hajat faqir & miskin.

9. Bagi pemilik #harta, alangkah banyak musuh yang jahat & kawan tak tulus. Sementara pemilik #Ilmu, akan banyak saudara & sedikit lawannya.

10. Pemilik #harta hanya digelari yang baik-baik jika membagi kekayaannya. Pemilik #Ilmu, digelari yang baik-baik sejak berburu pengetahuan.

11. Tamak terhadap #Ilmu, membuat mulia di depan guru, kawan, & lawan. Tamak terhadap #harta, menjijikkan di mata orang miskin maupun kaya.

12. Di akhirat kelak, pemilik #harta akan rumit urusan sebab berbelitnya hisab, sementara pemilik #Ilmu akan mendapat kemudahan & syafa'at.

13. Keagungan pemilik #harta ada pada kekayaan yang terletak di luar dirinya. Kemuliaan pemilik #Ilmu ada pada pengetahuan yang menyatu.

14. Musuh #Musa yang ber-#harta; Fir’aun, jatuh karena sombong-mengaku tuhan. Kawan Musa yang ber-#Ilmu; Khidzir, rendah hati-mengaku hamba.

15. Semua ibadah & ketaatan pada Allah, dilakukan dengan #Ilmu. Tapi umumnya kemaksiatan keji & munkar, dilakukan dengan #harta.

16. Sulit menemukan kemaksiatan yang ditujukan untuk memperoleh #Ilmu. Bertabur banyaknya kedurhakaan yang ditujukan untuk mendapat #harta.

17. #Harta membawa kesedihan sebelum mendapatkannya, memberi ketakutan setelah memperolehnya. #Ilmu itu kegembiraan & keamanan, kapanpun.

18. Mencintai #Ilmu, punya maupun tidak, adalah mataair kebajikan. Mencintai #harta, baik memilikinya ataupun papa, adalah sumber keburukan.

19. Adam diciptakan, lalu dia dibekali #Ilmu -bukan #harta-, yang membuatnya unggul di hadapan para malaikat. (QS 2: 31-34)

20. Rabb menurunkah wahyu pertama terkait #Ilmu (QS 96: 1-5). Allah memerintahkan Dia ditauhidkan dengan ilmu (QS 47: 19). Bukan #harta.

21. #Harta hanya bisa mulia & membawa ke surga jika dibersamai #Ilmu. Ilmu tak harus disertai harta untuk itu. (Simpulan, HR Ath Thabrani)

22. Orang ber-#harta & ber-#ilmu yang berinfaq, pahala-nya SAMA DENGAN orang berilmu yang baru bercita untuk itu. (Simpulan HR Ath Thabrani)

23. #Ilmu #harta. HR Ath Thabrani yang tersimpul di nomor 21-22, berbunyi sbb: ~>

24. "Terbagi hamba-hamba Allah itu menjadi 4 golongan. Golongan pertama, dikaruniai Allah #Ilmu & #harta. Maka dia bertaqwa kepada Allah…

25. …Dan menafkahkan hartanya di jalan Allah. Golongan kedua; diberi Allah #Ilmu, namun tak dilimpahi #harta. Maka dia bertaqwa padaNya…

26. …& selalu berkata pada dirinya, "Andai dikarunia seperti hamba pertama, aku akan berbuat sebagaimana yang dia lakukan"… #Harta #Ilmu

27. …Sesungguhnya pahala kedua orang ini SAMA. Hamba ketiga; diberi #harta tanpa beroleh #Ilmu. Maka dia tak bertaqwa padaNya, berbuat…

28. …sia-sia & dosa. Hamba keempat, tak ber-#harta & tak ber-#ilmu, maka dia tak bertaqwa & selalu berkata pada dirinya; "Andai aku…

29. …diberi harta seperti hamba ke-3, aku juga akan melakukan hal sia & kemaksiatan seperti dia." Dosa kedua orang ini SAMA." #Ilmu #harta

30. Demikian sekelumit di pagi ini. Sungguh Salim tak hendak mengajak benci #harta; tapi mari sedikit-banyak mengalihbentuknya jadi #Ilmu :)

Pagi ini, mari menjadi ahli #Ilmu; yang bisa bedakan nasehat dengan ghibah, yang bisa memilah antara melakukan perbaikan dengan olok-olok:)

Kultwit Salim A. Fillah #Nikah

Bismillaah

Nikah itu ibadah
Ibadah itu harus tau ilmunya

~Keutamaan ilmu atas amal.

Semoga bermanfaat...

****

1. Dalam isyarat Nabi tentang #Nikah, ialah sunnah teranjur nan memuliakan. Sebuah jalan suci untuk karunia sekaligus ujian cinta-syahwati

2. Maka #Nikah sebagai ibadah, memerlukan kesiapan & persiapan. Ia tuk yang mampu, bukan sekedar mau. “Ba’ah” adalah parameter kesiapannya


3. Maka berbahagialah mereka yang ketika hasrat #Nikah hadir bergolak, sibuk mempersiapkan kemampuan, bukan sekedar memperturutkan kemauan


4. Persiapan #Nikah hendaknya segera membersamai datangnya baligh, sebab makna asal “Ba’ah” dalam hadits itu adalah “Kemampuan seksual.”


5. Imam Asy Syaukani dalam Subulus Salam, Syarh Bulughul Maram menambahkan makna “Ba’ah” yakni: kemampuan memberi mahar & nafkah. #Nikah


6. Mengompromikan “Ba’ah” di makna utama (seksual) & makna tambahan (mahar, nafkah), idealnya anak lelaki segera mandiri saat baligh. #Nikah


7. Jika kesiapan #Nikah diukur dengan “Ba’ah”, maka persiapannya adalah proses perbaikan diri nan tak pernah usai. Ia terus seumur hidup


8. Izinkan saya membagi Persiapan #Nikah dalam 5 ranah: Ruhiyah, ‘Ilmiyah, Jasadiyah (Fisik), Maaliyah (Finansial), Ijtima’iyah (Sosial)


9. Persiapan #Nikah perlu start awal. Salim nikah usia 20 th, tapi karena persiapannya dimulai umur 15 th, maka tak bisa disebut tergesa


10. Sebaliknya, ada orang yang #Nikah-nya umur 30 th, tapi persiapan penuh kesadaran baru dimulai umur 29,5 th. Itu namanya tergesa-gesa


11. Kita mulai dari yang pertama; Persiapan Ruhiyah. Ialah nan paling mendasar. Segala persiapan #Nikah lainnya berpijak pada yang satu ini


12. Persiapan Ruhiyah (Spiritual) ada pada soal menata diri menerima ujian & tanggungjawab hidup nan lebih berlipat, berkelindan. #Nikah


13. (QS Ali Imran 14): Sebelum nikah ujian kita linear: pasangan hidup. Begitu #Nikah berjejalin: pasangan, anak, harta, gengsi, investasi


14. Sebelum #Nikah, grafik hidup kita analog dengan amplitudo kecil. Setelah menikah, ia digital variatif; kalau bukan NIKMAT, ya MUSIBAH


15. Maka termakna jua dalam Persiapan Ruhiyah terkait #Nikah adalah kemampuan mengelola SABAR dan SYUKUR menghadapi tantangan-tantangan itu


16. SABAR & SYUKUR itu semisal tentang pasangan; ia keinsyafan bahwa tak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki lebih & kurangnya. #Nikah


17. Khadijah itu lembut, penyabar, penuh pengertian, & dukung penuh perjuangan. Tapi tak semua lelaki mampu beristeri jauh lebih tua. #Nikah


18. ‘Aisyah: cantik, cerdas, lincah, imut. Tapi tak semua lelaki siap dengan kobar cemburunya nan sampai banting piring di depan tamu #Nikah


19. Persiapan Ruhiyah #Nikah adalah mengubah ekspektasi menjadi obsesi. Dari harapan akan apa nan diperoleh, menuju nan apa akan dibaktikan


20. Jika #Nikah masih terbayang sbb: lapar ada yang masakin, capek ada yang mijitin, baju kotor dicuciin. Itu ekspektasi. Bersiaplah kecewa


21. Ekspektasi macam itu lebih tepat dipuaskan oleh tukang masak, tukang pijit, & tukang cuci;) Ber-obsesilah dalam #Nikah. “Apa obsesimu?”


22. Obsesi sebagai Persiapan Ruhiyah #Nikah semisal: Bagaimana kau akan berjuang sebagai suami/isteri ayah/ibu untuk mensurgakan keluargamu?


23. Usai itu, di antara persiapan Ruhiyah #Nikah adalah menata ketundukan pada segala ketentuanNya dalam rumahtangga & masalah-masalahnya


24. Lalu persiapan ‘Ilmiyah-Tsaqafiyah (Pengetahuan) #Nikah, meliput banyak hal semisal Fiqh, Komunikasi Pasangan, Parenting, Manajemen, dll


25. Bukan Ustadz-pun, tiap muslim harus sampai pada batas minimal lmu syar’i nan dibutuhkan dalam berhidup, berinteraksi, berkeluarga #Nikah


26. Lalu tentang komunikasi pasangan; seringnya masalah rumahtangga bukan krn ada maksud jahat, melainkan maksud baik nan kurang ilmu #Nikah


27. Sungguh harus diilmui bahwa lelaki & perempuan diciptakan berbeda dengan segala kekhasannya, untuk saling memahami & bersinergi. #Nikah


28. Contoh beda hadapi masalah & tekanan; Wanita: berbagi, didengarkan, dimengerti. Lelaki: menyendiri, kontemplasi, rumuskan solusi #Nikah


29. Bayangkan jika perbedaan itu dibawa dalam sikap dengan asumsi: “Aku mencintaimu seperti aku ingin dicintai” Konflik pasti meraja. #Nikah


30. ->Suami pulang dgn masalah berat disambut isteri yg memaksa ingin tahu & dengar problemnya, padahal ia ingin sendiri & bersolusi. #Nikah


32. Sebaliknya-> Isteri yg sdg ingin didengar lalu curhat ke suami, suami malah tawarkan solusi. Padahal dia hanya ingin dimengerti. #Nikah


33. Isteri: Mas aku capek, rumah berantakan bla-bla-bla. Suami: OK, kita cari pembantu. I: O, jadi aku dianggap pembantu?!. S: Lho?! #Nikah


34. BEDA lagi: Suami single tasking, bisa marah kalau isterinya nan multitasking memintanya kerjakan beberapa hal berrangkai-rangkai. #Nikah


35. BEDA lagi: Isteri sering berkalimat tak langsung nan tak difahami suami. Ie: Mas, Salma belum dijemput, aku masih harus masak! #Nikah


36. -> Jawab suami: Oh, kalau gitu biar nanti Salma pulang sendiri” Dijamin para isteri gondok, sebab maksudnya: Tolong jemput Salma! #Nikah

37. BEDA. Bagi suami masalah hrs disederhanakan (Spiral ke dalam). Bagi isteri, tiap detail & keterkaitan sgt penting (Spiral keluar) #Nikah

38. Dan banyak lagi BEDA yang jk tak diilmui potensial jd masalah serius. Lengkapnya di Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4

39. Next: Parenting. Waktu kita sempit; belum puas belajar jd suami/isteri, tiba-tiba sdh jd ayah/ibu. Maka segeralah belajar jd Ortu #Nikah

40. Anak adl karunia yg hiasi hidup, amanah (lahir dalam fitrah, kembalikan ke Allah dalam fitrah), pahala, sekaligus fitnah (ujian). #Nikah

41. Maka mengilmui hingga detail-detail kecil soal parenting adalah niscaya. ie Hadits: renggutan kasar pd bayi membekas di jiwa. #Nikah

42. Uji kecil buat calon ibu & ayah: “Apa yang anda lakukan saat anak lari-larian di depan rumah lalu GABRUSS, jatuh berdebam?” #Nikah

43. LAZIM: “Sudah dibilang, jangan lari-lari! Tuh, jatuh kan!” -> Anak belajar utk menganggap dirinya selalu bersalah dalam hidupnya. #Nikah

44. LAZIM: “iih, batunya nakal ya Nak! Sini Ibu balaskan!” -> Anak belajar salahkan keadaan sekitar utk excuse dr kurangnya ikhtiyar. #Nikah

45. LAZIM: “Hm, nggak apa-apa, nggak sakit, cuma kayak gitu!” -> Ketakpekaan. Hati-hati dibalas saat kita sdh tua & sakit-sakitan;P #Nikah

46. Alangkah bahaya tiap huruf dari lisan bg masa depan anak kita. Latihlah dia agar lempang (tanpa dusta & tipu) dlm taqwa (QS 4: 9) #Nikah

47. Kita masuk persiapan Jasadiyah (Fisik) untuk #Nikah. Ini jua perkara penting sebab terkait dengan keamanan, kenyamanan, & ketenagaan

48. Awal-awal, periksa & konsultasilah ke dokter atas termungkinnya sgl penyakit tubuh, lebih-lebih nan terkait kesehatan reproduksi #Nikah

49. Per #Nikah-an itu utuh di segala sisi diri, maka menjalani terapi & rawatan tertentu untuk membaikkan fisik adalah jua hal yang utama

50. Fisik kita & pasangan bertanggungjawab lahirkan generasi penerus yang lebih baik. Maka perbaiki daya & staminanya sejak sekarang. #Nikah

51. Perbaiki pola asup, tata gizi seimbang. Allah akan mintai tg jawab jajan sembarangan jika ia jadi sebab jeleknya kualitas penerus #Nikah

52. Bangun kebiasaan olahraga ilmiah; tak asal gerak tapi membugarkan, menyehatkan, melatih ketahanan. Tugas fisik berlipat 3 setelah #Nikah

53. Jadi, target persiapan fisik #Nikah itu 3 tingkatan; PRIMER: sehat & aman penyakit, SEKUNDER: bugar & tangkas, TERSIER: beauty & charm;)

54. Selanjutnya, persiapan Maliyah (finansial), ini yang paling sering menghantui & membuat ragu sepertinya. Padahal ianya sederhana. #Nikah

55. Yang tepat bicara persiapan Maliyah ini sebenarnya Ust. @ahmadgozali, izinkan Salim lancang singgung sedikit dgn ilmu nan dangkal #Nikah

56. Konsep awal; tugas suami adalah menafkahi, BUKAN mencari nafkah. Nah, bekerja itu keutamaan & penegasan kepemimpinan suami. #Nikah

57. Ingat & catat: Persiapan finansial #Nikah sama sekali TIDAK bicara tentang berapa banyak uang, rumah, & kendaraan yang harus anda punya

58. Persiapan finansial #Nikah bicara tentang kapabilitas hasilkan nafkah, wujudnya upaya untuk itu, & kemampuan kelola sejumlah apapun ia

59. Maka memulai per #nikah-an, BUKAN soal apa anda sudah punya tabungan, rumah, & kendaraan. Ia soal kompetensi & kehendak baik menafkahi

60. ‘Ali ibn Abi Thalib memulai #Nikah bukan dari nol, melainkan minus: rumah, perabot, dll dari sumbangan kawan dihitung hutang oleh Nabi

61. Tetapi ‘Ali menunjukkan diri sebagai calon suami kompeten; dia mandiri, siap bekerja jadi kuli air dengan upah segenggam kurma. #Nikah

62. Maka sesudah kompetensi & kehendak menafkahi yang wujud dalam aksi bekerja -apapun ia-, iman menuntun: #Nikah itu buat kaya (QS 24: 32)

63. Agak malu, Salim juga minus saat nikah; hutang yang terrencanakan terbayar dalam 2 tahun menurut proyeksi hasil kerja saat itu. #Nikah

64. Tetapi Allah Maha Kaya, dan #Nikah menjadi pintu pengetuknya. Hadirnya isteri menjadi penyemangat; hutang itu selesai dalam 2 bulan

65. Buatlah proyeksi nafkah #Nikah secara ilmiah & executable, JANGAN masukkan pertolongan Allah dlm hitungan, tapi siaplah dgn kejutanNya;)

66. Kemapanan itu tidak abadi. Saya memilih #Nikah di usia 20 saat belum mapan agar tersiapkan isteri untuk hadapi lapang maupun sempitnya;)

67. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif menurut penelitian Linda J. Waite (Psikolog UCLA), signifikan memperkuat ikatan cinta #Nikah

68. Ketidakmapanan nan dinamis menurut penelitian Karolinska Institute Swedia, menguatkan jantung, meningkatkan angka harapan hidup. #Nikah

69. Karolinska Institute: kemapanan lemahkan daya tahan jantung thd serangan. Di Swedia, biasanya yang kena infark langsung wafat PNS #Nikah

70. Persiapan #Nikah yang sering terabai ialah nan kelima ini: Ijtima’iyah (Sosial). Pernikahan adalah peristiwa yg kompleks secara sosial

71. Sebuah per #Nikah-an yang utuh punya visi & misi kemasyarakatan untuk menjadi pilar kebajikan di tengah kemajemukan suatu lingkungan

72. Untuk itu, mereka yang akan me #Nikah hendaknya mengasah keterampilan sosialnya jauh-jauh hari, sekaligus sebagai bagian pendewasaan

73. Membiasakan mengkomunikasikan prinsip-prinsip nan diyakini terkait per #Nikah-an & kehidupan kepada Ortu bisa jadi bagian dari latihan

74. Prinsip Quran tentang hubungan dengan Ortu ialah ‘persahabatan’, Wa Shaahibhuma (QS Luqman 15). Gunakan itu untuk dewasakan diri. #Nikah

75. Maka kadang Salim menilai kedewasaan kawan yang ingin me #Nikah dengan keberhasilannya untuk komunikasikan prinsip pada Ortu scr ma’ruf

76. Persiapan kemasyarakatan: kumpulkan modal sosial sebanyak-banyaknya; bahasa, ilmu sosio-antropologis, kelincahan organisasi, dll. #Nikah

77. Per #Nikah-an kita harus hadir sbg pengokoh kebajikan masyarakat, bukan beban ataupun pelengkap-penderita. Utama lagi, jadi pelopor

78. Mulailah dgn perkenalan berkesan pada lingkungan. Saat walimah nanti; tetangga rumah tinggal setelah #Nikah adl yg plg berhak diundang

79. Jika harus pindah tempat tinggal, mulai jg dgn perkenalan. Pr tokoh: datangi silaturrahim. Masyarakat umum: undang tasyakuran. #Nikah

80. Stl itu, target besarnya adl menjadikan pintu rumah kita sbg yang plg pertama diketuk saat masyarakat sekitar memerlukan bantuan. #Nikah

81. Tentu berat menopangnya sendiri. Mk yang harus kita punya bkn hanya ASET, melainkan juga AKSES. Bangun jaringan slg menguatkan. #Nikah

82. Ilmuilah bgmn cr menguruskan jaminan kesehatan miskin, beasiswa tak mampu, biaya RS, mobil jenazah gratis, dll DEMI TETANGGA KITA #Nikah

83. Tampillah sbg yang penting & bermanfaat dlm hajat-hajat kebahagiaan maupun duka tetangga, juga rayaan-rayaan sosial-masyarakat. #Nikah

84. Tampillah sbg yang terbaik sejangkau suai kemampuan; Imam Masjid, muadzin, Guru TPA, Bendahara RT, Ketua RW, Pendoa jenazah, dst #Nikah

85. Tampillah sbg nan paling besar kontribusi dlm kebaikan-kebaikan sosial: Agustusan, Syawalan, Kerja Bakti, Arisan, Pengajian, dst #Nikah

86. Ringkas kata untuk persiapan sosial #Nikah ini adalah bermampu diri utk menjadi pribadi & keluarga yg AMAN, RAMAH, BERMANFAAT #Nikah

87. Tuntaslah KulTwit Persiapan #Nikah yg diambil dr bagian awal buku Bahagianya Merayakan Cinta #BMC http://bit.ly/gW5rG4 Semoga manfaat;)

Kultwit Salim A.Fillah #Benahidiri

(1) Jangan Marah! Sebab kemarahan mempertunjukkan semua kejelekan lahir & batin yang bisa disembunyikan dengan keramahan.

(2) Jangan Dengki! Sebab hasad itu menyengsarakan kita saat orang lain bahagia, dan mengajak ke neraka saat orang lain berduka.

(3) Jangan Bergunjing! Sebab gunjingan memakan pahala seperti api hanguskan kayu, menghimpun dosa seperti magnet menarik besi.

(4) Jangan Merendahkan! Sebab hinaan menjatuhkan yang mencela, menaikkan derajat yang dijelekkan, dan melalaikan dari perbaikan.

(5) Jangan Menunda! ‘Amal yang tak dikerjakan hari ini takkan tertampung oleh esok hari nan memiliki hak ibadahnya sendiri.

(6) Jangan Mengeluh! Sebab mengeluh -apalagi pada nan tak berdaya- ialah cara termudah membuat kelam setitik jadi gelap semesta.

(7) Jangan Menghakimi! Sebab itu merumitkan urusan saat kita jadi terdakwa di akhirat! Sebab tugas kita menjadi penyeru & saksi!

(8) Jangan Mengungkit! Sebab bahkan selaksa pemberian menggunung yang diungkit, kalah nilai dari wajah cerah dan senyum manis.

(9) Jangan Berdusta! Sebab dusta adalah candu menyakitkan, dan parahmya, ia membuka semua pintu keburukan yang lebih besar!

(10) Jangan takjubi ‘amal diri! Bahkan dosa yang membawakan taubat jauh lebih baik daripada ibadah yang melahirkan kesombongan!

(11) Jangan Berdebat! Semua perbantahan YANG TAK LAHIRKAN AMAL melemahkan daya, menghabiskan waktu, batalkan jatah rumah surga.

(12) Jangan Keras Hati & Kasar Sikap! Bahkan ahli kebenaran yang tak santun menghancurkan rasa hormat insan pada kebenaran itu.

(16) Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain.

(13) Jangan Mempersulit! Agama adalah kemudahan untuk menjamin selamatnya insan sampai tujuan. Siapa mempersulit, pasti kalah.

(14) Jangan Mendendam! Sebab itu bagai menenggak racun ke kerongkongan sendiri, lalu berharap orang lain yang mati. Maafkanlah;)

(15) Jangan Putus Asa! Sebab ia kunci mati bagi segala kemungkinan baik nan berjuta. Allah itu memberi segaris sangka hambaNya.

(16) Jangan Malas! Sebab sebagaimana rizqi kita takkan salah alamat, ‘amal kita juga takkan diambil alih orang lain.

(17) Jangan Lari dari Masalah! Tugas kita meng-HADAP-i, lalu biarlah Allah yang meng-ATAS-i

(18) Jangan Kikir! Harta sampai ke surga sebab dititipkan pada nan membutuhkan. Tak pernah ada yang miskin tersebab sedekahnya.

(19) Jangan Serakah! Zuhudlah akan apa yang dimiliki manusia, mereka kan cintai kita. Zuhudlah pada dunia, pasti dirindu surga.

(20) Jangan Remehkan Sekecil Apapun Kebaikan! Amalan sederhana yang dilestarikan memikat cintaNya, jadi titian lancar ke surga.

(21) Jangan Abai Sekecil Apapun Dosa! Tidaklah kecil jika terus dilakukan. Tiada nan kecil kalau mengkhianati Dzat Maha Besar.

(22) Jangan Menganggur! Tak mengerjakan apapun, baik tuk dunia maupun akhirat ialah pemandangan menyedihkan bagi langit & bumi.

(23) Jangan Zhalim! Setiap kezhaliman membunuh rasa tenteram di hati pelakunya, membuat manusia benci, & menjauhkan dari surga.

(24) Jangan Bosan Berdoa! Allah Maha Tahu, maka berdoa bukan cara memberi tahuNya apa nan kita butuhkan. Doa itu bercakap mesra.

(25) Jangan Khianati Nurani! Tiap saat dia bisikkan kebenaran. Mengikutinya kadang jadi tersunyi, tapi dibersamai senyum Ilahi.

(26) Jangan Takut Gagal! Jalan kegagalan dan keberhasilan itu sama. Hanya terkadang, alamat kesuksesan agak lebih ujung.

(27) Jangan Sembarang Makan! Setiap yang haram & tak suci merusak tubuh, menumbuhkan umpan neraka, menghalangi sampainya doa.

28. Jangan bangga & lena atas pujian. Hanya sedikit pelajaran darinya. Mengharapkannya adalah tanda kurangnya kebaikan kita.

29. Jangan takut & lemah oleh celaan. Banyak pelajaran darinya. Mengkhawatirkannya ialah tanda terlalu banyak keburukan di jiwa.

30. Jangan terlibat dalam hal nan tak bermanfaat bagi diri & sesama, atau tak bermakna bagi jiwa. Itu tanda kebaikan Islam kita.